Sabtu, 20 September 2008

General English-"Rip Curl"_Mr.Toby Bond

RIP CURL

Name : Neny Novitriana
NIM : 2006100824
Class : 10-18A


RIP CURL
Special price!!!
Rp 325.000,-
If you buy a rip curl Bag pack, free rip curl wallet

November 10th 2006 – November 28th 2006



Available at City Surf Store in Jl. Metro Pondok Indah Mall Blok I
Jakarta Selatan, 10906 (021) 7192811
www.ripcurl.com


November 10th 2006
1. This design is very interest and clear, because this design to depict Bag pack with a wallet. This design also to persuade many people to buy it with a special price and to describe the characteristic of Rip curl that has young people spirits.
2. The price is very interesting to make consumer buy this bags.
3. The strategies and tactics that we will use to gain market share is to up date the name of product in consumer brain and to persuade people to buy our product.
4. > The product is bag packs.
> The product is made from polyester.
> The S.W.O.T. of our product is :
The strength is our product is longlasting product and waterproof
The weakness of our product is become discolored.
Were going to show our products in our store and make advertising in magazine and our own website.
This design is related with Public Relation
To launching the product in City Surf Store. To promote for a lot of people about a special price in City Surf Store and to explain how to get this product.
7. This design is related with Marketing
To persuade for a lot of people to buy Rip Curl product in City Surf and to make the consumer to know about the special price from November 10th 2006 until November 28th 2006 in City Surf Store.
8. This design is related to Advertising
To make the design more interest and clear about the information.
9. > The purpose is to make people more awareness to our product and can make people trust our product.
> To create the better image for the consumer.
> To give satisfaction to the consumer with a special price, people can buy our Bag pack and get free our wallet in City Surf Store.
> To get profit, with attract the consumer to buy Bag pack in City Surf Store.

Selasa, 16 September 2008

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA


KELAS 18A

DISUSUN OLEH :

1. Dwi Astuti Wulansari (2006100786)

2. Kezia Ratih Muninggar A. (2006100810)

3. Neny Novitriana (2006100824)

4. Novita Ananda (2006100870)

5. Nur Asiani (2006100063)

6. Putri Widyasari (2006100766)


Bab I

Sejarah Perjuangan Bangsa

A. Zaman Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang ditulis dalam bahasa sansekerta dengan menggunakan huruf pallawa.

Dari prasasti tersebut dapat diketahui adanya sebuah kerajaan dibawah kepemimpinan Sang Raja Mulawarman, putera dari Raja Aswawarman, cucu dari Maharaja Kudungga. Kerajaan yang diperintah oleh Mulawarman ini bernama Kerajaan Kutai Martadipura.

Pada abad ke-17 agama Islam diterima dengan baik oleh Kerajaan Kutai Kartanegara. Selanjutnya banyak nama-nama Islami yang akhirnya digunakan pada nama-nama raja dan keluarga kerajaan Kutai Kartanegara. Sebutan raja pun diganti denagn sebutan Sultan. Sultan yang pertama kali menggunakan nama Islam adalah Sultan Aji Muhammad Idris (1735-1778).

Pada tahun 1844, 2 buah kapal dagang pimpinan James Erskine Murray asal Inggris memasuki perairan Tenggorong. Murray dating ke Kutai untuk berdagang dan meminta tanah untuk mendirikan pos dagang serta hak eksklusif untuk menjalankan kapal uap diperairan mahakam. Namun Sultan A. M. Salehudin mengizinkan Murray untuk berdagang hanya diwilayah Samarinda saja. Murray kurang puas dengan tawaran Sultan ini. Setelah beberapa hari diperairan Tenggarong, Murray melepaskan tembakan meriam kearah istana dan dibalas oleh pasukan kerajaan Kutai. Armada pimpinan Murray akhirnya kalah dan melarikan diri menuju laut lepas. Lima orang terluka dan tiga orang tewas dari pihak armada Murray.

Pada tanggal 11 Oktober 1844, Sultan A. M. Salehudin harus menandatangani perjanjian dengan Belanda yang menyatakan bahwa sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan yang diwakili oleh seorang presiden yang berkedudukan di Banjarmasin.

Pada tahun 1853, pemerintah Hindia Belanda menempatkan J. Zwager sebagai asisten residen di Samarinda. Saat itu kekuatan politik dan ekonomi masih berada dalam genggaman Sultan A. M. Sulaiman (1850-1899).

B. Zaman Sriwijaya

1. Kehidupan politik

Sejarah mencatat adanya 2 kerajaan bercorak Buddha di Sumatera, yaitu Kerajaan Melayu dan Kerajaan Sriwijaya. Letak 2 Kerajaan ini diperkirakan berada di pulau Sumatera Selatan. Kerajaan Sriwijaya yang muncul pada abad ke-6 M, meliputi wilayah kerajaan Melayu dan Semenanjung Malaya, serta Jawa Barat.

Keterangan tentang Kerajaan Sriwijaya juga didapat dari beberapa prasasti. Prasasti-prasasti itu umumnya ditulis dengan huruf pallawa namun menggunakan bahasa Melayu kuno. Seperti halnya prasasti peninggalan Kerajaan Kutai dan Tarumanegara, prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya juga memuat nama-nama Raja yang memerintah.

Diyakini bahwa ada cukup banyak raja yang pernah memerintah di Sriwijaya. Beberapa raja yang tertulis dalam prasasti adalah Raja Dapunta Hyang, Raja Balaputradewa, dan Raja Sri Sanggarama Wijayatunggawarman.

Pada masa pemerintahan Sri Sanggarama Wijayatunggawarman, hubungan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Cola dari India yang semula sangat erat, mulai renggang. Setelah keruntuhan Sriwijaya, Kerajaan Cola mengambil alih pengaruh perdagangan dan politik. Di Sumatera, kerajaan-kerajaan kecil mulai muncul tetapi tidak ada yang sebesar Sriwijaya.

2. Kehidupan Ekonomi

Letak geografis Kerajaan Sriwijaya sangat ideal sebagai pusat perdagangan internasional. Walaupun sumber sejarah tentang Kerajaan tidak banyak ditemukan, bisa disimpulkan bahwa Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah Kerajaan Maritim.

Sebagai Kerajaan Maritim, Kerajaan Sriwijaya mempunyai ciri-ciri khusus. Salah satunya adalah lebih bersifat metropolitan, yakni banyak didatangi orang-orang dari berbagai penjuru. Sriwijaya menghasilkan gading, emas, perak, damar dan rempah-rempah untuk diperdagangkan atau ditukar dengan porselin dan tekstil dari China dan India.

3. Kehidupan Sosial

Masyarakat dalam Kerajaan Sriwijaya juga sudah mengenal Stratifikasi Sosial. Berdasarkan data yang ada dari prasasti dapat diketahui susunan masyarakat pada masa itu. Ada raja dan keluarganya, pejabat pemerintahan dan militer, kelompok masyarakat profesi tukang kayu, saudagar, dan juru tulis. Ada pula para budak.

Selain kegiatan perdagangan, Kerajaan Sriwijaya juga menjadi pusat pendidikan agama pada abad ke-9 M. masyarakat Kerajaan Sriwijaya relatif lebih demokratis dibandingkan dengan masyarakat agraris yang cenderung feudal.

4. kehidupan Budaya dan agama

Ditemukan beberapa peninggalan bangunan kuno yang mungkin berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya. Yang pertama, kelompok Candi Muara Takus, di dekat bangkinang, Pekanbaru. Peninggalan lain adalah reruntuhan Candi di gunung tua dekat Padang Sidempuan.

C. Zaman Kerajaan Sebelum Majapahit

1. Kerajaan Mataram Lama

· Sanjaya

· Raka I Panangkaran

· Raka I Pikatan

· Dyah Balitung

2. Kerajaan Medang kamulan

· Mpu Sindok

· Dharmawangsa Teguh

· Airlangga

3. Kerajaan kediri

· Samarawijaya

· Sri Barneswara

· Jayabaya

· Kertajaya

4. Kerajaan Singasari

· Ken Arok

· Anusapati

· Toh Jaya

· Wisnuwardhana

· Kartanegara


D. Zaman Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Hindu, namun agama Buddha tetap dihormati dan diperlakukan sama dengan agama Hindu. Kerajaan Majapahit menganut sistem pemerintahan dengan ciri-ciri :

1. Bersifat demokratis.

2. Raja didampingi oleh Mangkubumi atau Patih.

3. Raja didampingi oleh suatu dewan yang disebut sapta prabu.

4. Pemerintahan daerah bersifat desentralisasi.

5. Pemerintahan daerah sangat diperhatikan.

6. Raja sering mengunjungi raja-raja terpencil.

7. Menggalang kerjasama dan persahabatan dengan Negara-negara lain.

E. Kebangkitan Nasional

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selam penjajahan 350 tahun.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain : Sutomo, Gunawan, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), Dr. Douwes Dekker, dll.

Nasionalisme sebagai sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat yang merujuk pada loyalitas dan pengabdian terhadap bangsa dan negaranya. Nasionalisme tidak seperti bangunan statis, tetapi selalu dialektis dan interpretatif, sebab nasionalisme bukan pembawaan manusia sejak lahir, melainkan sebagai hasil peradaban manusia dalam menjawab tantangan hidupnya.

F. Zaman Penjajahan Jepang

1. Masuknya Jepang ke wilayah Indonesia.

Diawali dengan menduduki Tarakan (10 Januari 1942), kemudian Minahasa, Sulawesi, Balikpapan, Ambon. Kemudian pada bulan februari 1942 pasukan Jepang menduduki Pontianak, Makasar, Banjarmasin, Palembang, Bali. Dengan demikian seluruh wilayah Indonesia telah menjadi bagian dari kekuasaan penjajahan Jepang.

2. Masa penjajahan Jepang di Indonesia

Dalam pelaksanaan sistem pemerintahan ini, kekuasaan atas wilayah Indonesia di pegang oleh dua angkatan perang yaitu angkatan darat dan angkatan laut. Masing-masing angkatan mempunyai wilayah kekuasaan.

3. Reaksi bangsa Indonesia terhadap Pendudukan Jepang

Untuk menarik simpati bangsa Indonesia pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia mendirikan badan-badan resmi seperti Gerakan Tiga A, kemudian Putera, dan selanjutnya PETA.

4. Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi pada zaman Jepang

Buruknya kehidupan rakyat pada zaman Pendudukan Jepang mendorong timbulnya perlawanan-perlawanan rakyat di beberapa tempat seperti :

· Aceh, pada tahun 1942, pada awal pendudukan Jepang terjadi pemberontakan di Cot Pling, Lhok Seumawe di bawah pimpinan Tengku Abdul Jalil.

· Karang Ampel, Sindang (Kab. Indramayu) tahun 1943, di pimpin oleh Haji Madriyandan.

· Sukamanah (Kab. Tasikmalaya) tahun 1943, di pimpin oleh Haji Zaenal Mustafa.

· Blitar, pada tanggal 14 Februari 145, di bawah pimpinan Supriyadi.


G. Proklamasi dan Sidang PPKI

PPKI ini dilantik setelah dibubarkannya BPUPKI pada tanggal 9 Agustus 1945. terdiri atas 21 orang yang mewakili seluruh unsur dan golongan yang ada di Indonesia. Namun kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 ditambah lagi dengan 6 orang dari unsur yang dianggap belum terwakili.

Tugas PPKI adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Direncanakn oleh pemerintahan Jepang, jika tidak terjadi perubahan, maka Indonesia akan dimerdekakan pada tanggal 24 Agustus 1945.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, pemerintahan Jepang meneyerah tanpa syarat kepada sekutu. Akibatnya di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Situasi ini dimanfaatkan Indonesia untuk memerdekakan dirinya.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, pemuda-pemuda menculik Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, dan dibawa ke suatu tempat yang bernama Rengas Dengklok. Hal ini karena tuntutan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tidak segera dilaksanakan oleh Ir. Soekarno.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dibebaskan oleh Mr. Achmad Subardjo dengan jaminan akan memproklamasikan kemerdekaan besoknya pada jam 11.00 (tanggal 17 Agustus 1945).

1. Penyusunan Naskah Proklamasi

Penyusunan naskah proklamasi dipercayakan kepada 5 orang, yaitu : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Achmad Subardjo, Sukarni, Sayuti melik.

2. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Pada hari jum’at, tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00, bertempat di kediaman Ir. Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, dihadiri sekitar 1000 tamu undangan. Terdiri atas seluruh anggota PPKI, golongan muda, para pemimpin bangsa, dan tokoh masyarakat.

H. Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan

1. Kehidupan Politik

Pernyataan Proklamasi kemerdekaan Indonesia itu belum berarti wujud kehidupan lalu berubah secara dramatis. Tetapi proklamasi merupakan titik awal untuk mengantar rakyat Indonesia ke pintu gerbang menuju kemajuan dan kesejahteraan sosial.

2. Kehidupan Ekonomi

Pada awal berdirinya, Republik Indonesia mewarisi keadaan ekonomi yang sangat kacau dari pemerintahan pendudukan Jepang. Inflasi yang berat menimpa Negara kita yang berusia beberapa hari. Sumber Inflasi adalah perubahan mata uang rupiah di zaman pendudukan Jepang yang tidak terkendali. Tidak mengherankan bila Negara kita mengalami kekacauan ekonomi yang luar biasa.

3. Kehidupan Sosial Budaya

Sesudah Proklamasi kemerdekaan, terjadi perubahan kehidupan sosial budaya dalam masyarakat Indonesia. Semula masyarakat kita adalah masyarakat kolonial dengan diskriminasi ras sebagai ciri pokoknya. Keadaan ini menempatkan bangsa Belanda sebagai warga Negara kelas satu, kemudian diikuti oleh golongan timur asing (China, Arab, India) dan yang terakhir adalah golongan pribumi Indonesia.

Bab II

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DASAR FILSAFAT NEGARA

A. Latar Belakang dan Sejarah Pancasila

Asal mula Pancasila adalah sebagai berikut :

  • Asal mula bahan (kausa materialis) adalah nilai adapt istiadat, kebudayaan dan nilai religius bangsa Indonesia.
  • Asal mula bentuk (kausa formalis) adalah sebagai mana termuat dalam pembukaan UUD ’45 alinea ke-4 yang diawali oleh pembentukan dan perumusan nama pancasila oleh Soekarno dan Hatta serta anggota BPUPKI lainnya.
  • Asal mula karya (kausa efisien) setelah proses pembahas BPUPKI dan panitia 9 kemudian disahkan PPKI sebagai dasar Negara.
  • Asal mula tujuan (kausa finalis) sebagai dasar Negara.

Pancasila pertama kali dikenal sejak kerajaan Majapahit abad 14 dalam buku “Negara Kertagama” karangan Empu Prapanca dan “Sutasoma” karangan Empu Tantular dengan istilah Panca syilla.

Pada tanggal 1 Juni 1945 dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. BPUPKI kemudian membentuk panitia 9 beranggotakan :

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Moh. Hatta
  • Wahid Khasyim
  • M. Yamin
  • Achmad Soebardjo
  • Abd. Kadir Muzakir
  • AA. Maramis
  • Agus Salim
  • Abi Kusno Tjikrosujoso

Tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan, digantikan oleh PPKI. Tanggal 18 Agustus 1945 PPKI bersidang dang memutuskan :

1. Mengesahkan pembukaan dan Batang Tubuh UUD ’45.

2. Memilih Presiden RI (Ir. Soekarno).

3. Memilih Wakil Presiden (Drs. Moh. Hatta).

Tahap peresmian berlansung pada sidang MPRS tanggal 5 Juli 1966 yang tertuang di dalam ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966.

B. Fungsi Pancasila Bagi Bangsa Indonesia

  • Dasar filsafat Negara artinya dalam tiap aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat harus didasarkan pada nila-nila pancasila.
  • Pandangan hidup artinya pancasila dapat mempersatukan masyarakat yang beragam.
  • Kepribadian bangsa artinya pancasila memberi corak yang khas kepada bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain.
  • Perjanjian luhur bangsa Indonesia artinya perjanjian luhur bangsa Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat menjelang dan sesudah proklamasi kemerdekaan.

DAFTAR PUSTAKA

Logics & Philosophy of Science_"Filsafat Socrates Rasional"-Ms.Margaretha



Logics & Philosophy of Science

FILSAFAT SOCRATES

RASIONALISME

Name : Neny Novitriana

NIM : 2006100824

Class : 10-18A

BAB I

PENDAHULUAN

Socrates lahir di Athena pada tahun 470 sebelum Masehi dan meninggal pada tahun 399 SM. Bapaknya tukang pembuat patung, ibunya bidan. Pada permulaannya Socrates mau menuruti jejak bapaknya, menjadi tukang pembuat patung pula. Tetapi akhirnya ia berganti haluan. Dari membentuk batu jadi patung ia membentuk watak manusia.

Masa hidupnya hampir sejalan dengan perkembangan sufisme di Athena. Pada hari tuanya Socrates melihat kota tumpah darahnya mulai mundur, setelah mencapai puncak kebesaran yang gilang-gemilang.

Socrates bergaul dengan semua orang, tua dan muda, kaya dan miskin. Ia seorang filosof dengan coraknya sendiri. Ajaran filosofinya tak pernah dituliskannya, melainkan dilakukannya dengan perbuatan, dengan cara hidup. Menurut kata teman-temannya: Socrates demikian adilnya, sehingga ia tak pernah berlaku zalim. Ia begitu pandai menguasai dirinya, sehingga ia tak pernah memuaskan hawa nafsu dengan merugikan kepentingan umum. Ia demikian cerdiknya, sehingga ia tak pernah khilaf dalam menimbang buruk baik.

Karena populernya, Socrates yang tak pernah bergambar, tergambar wajahnya dengan sejelas-jelasnya di muka tua dan muda berbagai keturunan. Dari gambarnya yang tergambar dalam jiwa tiap orang itu kemudian orang membuat patungnya yang serupa sekali dengan wajahnya yang sebenarnya.


BAB II

PEMBAHASAN

· Metode Socrates

Socrates tidak pernah menuliskan filosofinya. Jika ditilik benar-benar, ia malahan tidak mengajarkan filosofi, melainkan hidup berfilosofi. Bagi dia filosofi bukan isi, bukan hasil, bukan ajaran yang berdasarkan dogma, melainkan fungsi yang hidup. Filosofinya mencari kebenaran. Oleh karena ia mencari kebenaran, ia tidak mengajarkan. Ia bukan ahli pengetahuan, melainkan pemikir.

Oleh karena Socrates tidak menuliskan filosofinya, maka sulit sekali mengetahui dengan sahih apa sebenarnya ajarannya. Ajarannya itu hanya dikenal dari catatan-catatan murid-muridnya, terutama Xenephon dan Plato. Catatan Xenephon kurang kebenarannya, karena ia sendiri bukan seorang filosof. Untuk mengetahui ajaran Socrates, orang banyak bersandar kepada Plato. Tetapi kesukarannya ialah bahwa Plato dalam tulisannya banyak menuangkan pendapatnya sendiri ke dalam mulut Socrates. Dalam uraian-uraiannya, yang kebanyakan berbentuk dialog, hampir selalu Socrates yang dikemukakannya. Ia memikir, tetapi keluar seolah-olah Socrates yang berkata.

Sungguhpun murid-muridnya memberi isi sendiri-sendiri kepada ajaran gurunya, dalam satu hal sama pendapat mereka, yaitu tentang metode Socrates. Tujuan filosofi Socrates ialah mencari kebenaran yang berlaku untuk selama-lamanya. Di sini berlainan pendapatnya dengan guru-guru sofis, yang mengajarkan, bahwa semuanya relatif dan subyektif dan harus dihadapi dengan pendirian yang skeptis. Socrates berpendapat, bahwa kebenaran itu tetap dan harus dicari.

Dalam mencari kebenaran itu ia tidak memikir sendiri, melainkan setiap kali berdua dengan orang lain, dengan jalan tanya jawab. Orang yang kedua itu tidak dipandangnya sebagai lawannya, melainkan sebagai kawan yang diajak bersama-sama mencari kebenaran. Kebenaran harus lahir dari jiwa kawan bercakap itu sendiri. Ia tidak mengajarkan, melainkan menolong mengeluarkan apa yang tersimpan di dalam jiwa orang. Sebab itu metodenya disebut maieutik, menguraikan, seolah-olah menyerupai pekerjaan ibunya sebagai dukun beranak.

Socrates mencari pengertian, yaitu bentuk yang tetap daripada sesuatunya. Sebab itu ia selalu bertanya: apa itu? Apa yang dikatakan berani, apa yang disebut indah, apa yang bernama adil? Pertanyaan tentang “apa itu” harus lebih dahulu daripada “apa sebab”. Ini biasa bagi manusia dalam hidup sehari-hari. Anak kecil pun mulai bertanya dengan “apa itu”. Oleh karena jawab tentang “apa itu” harus dicari dengan tanya jawab yang mungkin meningkat dan mendalam, maka Socrates diakui pula—sejak keterangan Aristoteles—sebagai pembangun dialektik pengetahuan. Tanya jawab, yang dilakukan secara meningkat dan mendalam, melahirkan pikiran yang kritis. Dalam berjuang mencari kebenaran yang umum lakunya, yaitu mencari pengetahuan yang sebenar-benarnya, terletak seluruh filosofinya.

Oleh karena Socrates mencari kebenaran yang tetap dengan tanya jawab sana dan sini, yang kemudian dibulatkan dengan pengertian, maka jalan yang ditempuhnya ialah metode induksi dan definisi. Kedua-duanya itu bersangkutpaut. Induksi menjadi dasar definisi.

Induksi di sini berlainan artinya ari induksi sekarang. Menurut induksi paham yang sekarang penyelidikan dimulai dengan memperhatikan yang satu-satunya dan dari situ—dengan mengumpulkan—dibentuk pengertian umum lakunya. Induksi yang menjadi metode Socrates ialah memperbandingkan secara kritis. Ia tidak berusaha mencapai dengan contoh dan persamaan, dan diuji pula dengan saksi dan lawan saksi. Seperti disebut di atas, dari lawannya bersoal jawab, yang masing-masing terkenal sebagai ahli dalam vaknya sendiri-sendiri, dikehendakinya definisi tentang “berani” “indah” dan lain sebagainya. Pengertian yang diperoleh itu diujikan kepada beberapa keadaan atau kejadian yang nyata. Apabila dalam pasangan itu pengertian tidak mencukupi, maka dari ujian itu pengertian dicari perbaikan definisi. Definisi yang tercapai dengan cara begitu diuji pula sekali lagi untuk mencapai perbaikan yang lebih sempurna. Demikianlah seterusnya. Contoh Socrates bekerja itu dapat diketahui dari dialog-dialog Plato yang mula-mula, di mana caranya berfilosofi masih dekat sekali kepada Socrates.

Begitulah cara Socrates mencapai pengertian. Dengan melalui induksi sampai kepada definisi. Definisi yaitu pembentukan pengertian yang umum lakunya. Pengertian menurut paham Socrates sama dengan apa yang disebut Kant: prinsip regulative, dasar menyusun. Dengan jalan begitu, hasil yang dicapai tidak lagi takluk kepada paham subyektif, seperti yang diajarkan oleh kaum sofis, melainkan umum sifatnya, berlaku untuk selama-lamanya. Induksi dan definisi menuju pengetahuan yang berdasarkan pengertian.

Dengan caranya itu Socrates membangunkan dalam jiwa lawannya bersoal jawab keyakinan, bahwa kebenaran tidak diperoleh begitu saja sebagai ayam panggang terlompat ke dalam mulut yang ternganga, melainkan dicari dengan perjuangan seperti memperoleh segala barang yang tertinggi nilainya. Dengan cara mencari kebenaran seperti itu terlaksana pula tujuan yang lain, yaitu membentuk karakter. Sebab itu tepat sekali Socrates mengatakan: budi ialah tahu. Maksudnya, budi baik timbul dengan pengetahuan. Manusia yang dirusak oleh ajaran sufisme mau dibentuk kembali.

BAB III

PENUTUP

Misi Socrates amat jelas: menghentikan pemikiran sofis yang menganggap bahwa semua kebenaran itu relatif. Pemikiran inilah yang menjadi biang keladi kekacauan itu. Cara yang ditempuh oleh Socrates mudah ditebak, yaitu meyakinkan orang Athena, terutama para filosof dan hakim sofis, bahwa tidak semua kebenaran itu relatif, ada kebenaran yang umum, yaitu kebenaran yang dapat diterima oleh semua orang. Inilah pengertian umum. Dalam kerangka ini pengertian umum inilah yang merupakan temuan Socrates yang terpenting.

Setelah orang dapat diyakinkan bahwa ada kebenaran yang umum, maka tidaklah terlalu sulit lagi mengajak orang kembali kepada agamanya. Akan tetapi, pengajaran Socrates itu harus dibayarnya dengan harga yang amat mahal: hukuman meminum racun. Ini putusan pengadilan. Hakimnya, ya, orang sofis itu tadi. Akan tetapi, pemikiran Socrates itu bekerja. Plato, murid dan sekaligus teman dan guru Socrates, memperkuat pendapat gurunya itu. Katanya, kebenaran umum memang ada, namanya idea. Idea itu telah ada sebelum manusia ada; ia ada di alam idea. Dengan ini pengertian umum Socrates diperkuat. Murid mereka yang satu lagi, yaitu Aristoteles, memperkuat pendapat guru-gurunya itu. Ia menulis buku yang menelanjangi kepalsuan logika orang-orang sofis itu. Ia pun sependapat bahwa pengertian umum yang kebenarannya berlaku umum memang ada, namanya definisi. Sampai di sini keadaan hegemoni berubah lagi; akal dan hati, rasio dan iman, filsafat dan agama sama-sama menang.

Keadaan itu tidak bertahan lama. Kurang lebih 300 tahun kemudian hegemoni terganggu lagi. Sejak meninggalnya Socrates, filsafat semakin lama semakin merosot dominasinya. Tepat pada ujung zaman helenisme, yaitu pada ujung tarikh sebelum Masehi, menjelang neo-Platonisme, filsafat benar-benar kehabisan bahan bakar; ia kalah. Selanjutnya pemikiran memasuki zaman Abad Pertengahan. Di sini agama dapat dikatakan menang mutlak, akal kalah total. Lalu, apa yang akan terjadi bila hegemoni akal dan iman terganggu.


BIBLIOGRAPHY

http://www.google.com

My Short - Medium - Long term

Name : Neny Novitriana

NIM : 2006100824

Class : 10-18A


My Short – Medium – Long term

Short term

Medium term

Long term

Academic

Passing the final test with good point.

Get into direction that I want in college.

In the 4th years, I want to graduate with good point. And in the next year, I want to get a job.

Social culture

More active in neighborhood organization.

I want to improve something with my friend.

Became an entrepreneur to produce my own income.

Self actualization

Turn down my body weight.

Change my mobile phone.

Buy a new car with my own money.

My Short term


  • My short term in academic is passing the final test with good point. Because, I’m not understand very well about my course, and many course has result with low point. And because my weakness, I will try to learn and more understand all course with effort and hard work.
  • My short term in social culture is more active in my neighborhood organization. Because, I’m not enough to associate with my neighbor. And then, I’m rarely in home. So, I try to often in home. And more often associate with my neighbor.
  • My short term in self actualization is I want to turn down my body weight. Because, I feel not comfortable with the size of my body. And less doing physical exercise. Along with not organized food system. So, I will try to more get healthy life with some method is eat healthy food and doing physical exercise often.

Summarize about Public Relation


  • The Public Relation is an effort to build and keep togetherness between public and the organization.
  • The extend of Public Relation activity are :

- Analysing trends to know the present situation.

- Consequence production to think the consequence of possible action.

- Counselling, the Public Relations role is to help the decision maker.

- Implementation, Public Relation programme is needed, that is carefully worked through in detail.

  • The Public Relation can be transfer process to help people can understand an organization actions and beliefs.

Summarize about Advertising


  • Making a profit is a role of a business, it is only a way measuring the success of a company in supplying what customers need and want.
  • Consequence, marketing is used to perform customers demands, white specific aspects. Such as a selling, sales promotion, advertising, direct marketing and public relation.
  • The marketing mix are :

- The right product.

- The right price.

- The right place.

- The right promotion.

  • The objective of advertising :

- To launch the product.

- To create awareness.

- To generate interest.

Summarize about Marketing


  • Marketing can defined :

- Management.

- Identifying.

- Anticipating.

- Satisfying.

- Profitably.

  • Profit is the term profit usually refers to a cash transaction.
  • Data and Information consist are Marketing planning.
  • The customer and consumer behavior :

- Channels of distribution.

- Decision making units.

- Decision making process.

- Behavior.

- Product and user benefits.

Summarize about Mass Communication


  • Mass media thought as source of news and entertainment. They also carry messages of persuasion.
  • Primary mass media as 3 categories are :

- The print media are books, magazine and newspaper.

- The electronic media are television, radio, recording.

- The chemical media are the movies is based on photographic.

General English_"Biographical Profile of Aristotle"-Mr.Toby Bond

Biographical Profile of Aristotle

Aristotle was born in Stagirus, on the Chalcidic peninsula of northern Greece. His father was Nicomachus, a medical doctor, while his mother was named Phaestis. Nicomachus was certainly living in Chalcidice when Aristotle was born and he had probably been born in that region. Aristotle’s mother, Phaestis, came from Chalcis in Euboea and her family owned property there.

Aristotle was an ancient Greek philosopher whose work has been extremely important to the development of both western philosophy and western theology. It has traditionally been thought that Aristotle started out in agreement with Plato and gradually moved away from his ideas, but recent research suggests just the opposite.

Very little of what we have appears to have been published by Aristotle himself. Instead, we have notes from his school, much of which were created by his students during the time Aristotle taught. Aristotle himself wrote a few works intended for publication, but we only have fragments of these. Major works : Catagories, Organon, Physics, Metaphysics, Nicomachean Ethics, Politics, Rhetorics, poetics.

Another topic to which Aristotle made major contributions was natural philosophy or rather physics by today’s terminology. (I [EFR] show my age and the traditional nature of St Andrews University if I remark that in the 1960s a pass in ‘General Natural Philosophy’ formed part of my degree.) Aristotle looks at matter, change, movement, space, position, and time. He also made contributions to the study of astronomy where in particular he studied comets, geography with an examination of features such as rivers, chemistry where he was interested in processes such as burning, as well as meteorology and the study of rainbows.

Aristotle have two Famous Quotation, the first “Man is by nature a political animal.” (Politics). The second “Excellence or virtue is a settled disposition of the mean relative to us … a mean between two vices, that which depends on excess and that which on defect.” (Nicomachean Ethics).

Aristotle came to Athens as a teenager and studied with Plato for 17 years. After Plato’s death in 347 BCE, he traveled widely and ended up in Macedonia where he served as the private tutor of Alexander the Great. In 335 he returned to Athens and founded his own school, called the Lyceum. He was forced to leave in 323 because the death of Alexander allowed free reign to anti-Macedoninan sentiment and Aristotle was too close to the conqueror to dare stick around.

On Assos, Aristotle became the leader of the group of philosopher which Hermias had gathered there. It is possible that Xenocrates was also a member of the group for a time. Aristotle had a strong interest in anatomy and the structure of living things in general, an interest which his father had fostered in him in his early years, that helped him to develop a remarkable talent for observation. Aristotle and the members of his group began to collect observations while in Assos, in particular in zoology and biology.

However, Aristotle’s time in Assos was ended by political events. The Persians attacked the town and Hermias was captured and executed. Aristotle escaped and stopped on the island of Lesbos on his way to Macedonia. It was more a passing visit for he remained there for about a year and must have had the group of scientists from Assos with him for they continued their biological researches there.

Aristotle and Philosophy in Organon and similar works, Aristotle develops a comprehensive system of logic and reasoning for addressing problems of logics, being and reality. In Physics, Aristotle investigates the nature of causation and, hence, our ability to explain what we see and experience.

In Metaphysics (which got its name not from Aristotle, but from a later librarian who needed a title for it and, because it was shelved following Physics, got the name After-Physics), Aristotle engages in a very abstract discussion of being and existence in his attempts to justify his other work on causation, experience, etc.

In Nicomachean Ethics, among other works, Aristotle explores the nature of ethical conduct, arguing that an ethical life involves achieving happiness and that happiness is best achieved through rational thought and contemplation. Aristotle also defended the idea that ethical conduct derives from human virtues and that virtues are themselves a product of moderation between extremes.

With regards to politics, Aristotle argued that humans are, by nature, political animals. This means that humans are also social animals and that any understanding of human behavior and human needs must include social considerations. He also investigated the merits of various kinds of political system, describing their different virtues and vices. His classification system of monarchies, oligarchies, tyrannies, democracies and republics is still used today.

BIBLIOGRAPHY

http://library.thinkquest.org/18775/aristotle/bioar.htm