Selasa, 16 September 2008

PANCASILA DALAM KONTEKS SEJARAH PERJUANGAN BANGSA


KELAS 18A

DISUSUN OLEH :

1. Dwi Astuti Wulansari (2006100786)

2. Kezia Ratih Muninggar A. (2006100810)

3. Neny Novitriana (2006100824)

4. Novita Ananda (2006100870)

5. Nur Asiani (2006100063)

6. Putri Widyasari (2006100766)


Bab I

Sejarah Perjuangan Bangsa

A. Zaman Kutai

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini dibuktikan dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang ditulis dalam bahasa sansekerta dengan menggunakan huruf pallawa.

Dari prasasti tersebut dapat diketahui adanya sebuah kerajaan dibawah kepemimpinan Sang Raja Mulawarman, putera dari Raja Aswawarman, cucu dari Maharaja Kudungga. Kerajaan yang diperintah oleh Mulawarman ini bernama Kerajaan Kutai Martadipura.

Pada abad ke-17 agama Islam diterima dengan baik oleh Kerajaan Kutai Kartanegara. Selanjutnya banyak nama-nama Islami yang akhirnya digunakan pada nama-nama raja dan keluarga kerajaan Kutai Kartanegara. Sebutan raja pun diganti denagn sebutan Sultan. Sultan yang pertama kali menggunakan nama Islam adalah Sultan Aji Muhammad Idris (1735-1778).

Pada tahun 1844, 2 buah kapal dagang pimpinan James Erskine Murray asal Inggris memasuki perairan Tenggorong. Murray dating ke Kutai untuk berdagang dan meminta tanah untuk mendirikan pos dagang serta hak eksklusif untuk menjalankan kapal uap diperairan mahakam. Namun Sultan A. M. Salehudin mengizinkan Murray untuk berdagang hanya diwilayah Samarinda saja. Murray kurang puas dengan tawaran Sultan ini. Setelah beberapa hari diperairan Tenggarong, Murray melepaskan tembakan meriam kearah istana dan dibalas oleh pasukan kerajaan Kutai. Armada pimpinan Murray akhirnya kalah dan melarikan diri menuju laut lepas. Lima orang terluka dan tiga orang tewas dari pihak armada Murray.

Pada tanggal 11 Oktober 1844, Sultan A. M. Salehudin harus menandatangani perjanjian dengan Belanda yang menyatakan bahwa sultan mengakui pemerintahan Hindia Belanda dan mematuhi pemerintah Hindia Belanda di Kalimantan yang diwakili oleh seorang presiden yang berkedudukan di Banjarmasin.

Pada tahun 1853, pemerintah Hindia Belanda menempatkan J. Zwager sebagai asisten residen di Samarinda. Saat itu kekuatan politik dan ekonomi masih berada dalam genggaman Sultan A. M. Sulaiman (1850-1899).

B. Zaman Sriwijaya

1. Kehidupan politik

Sejarah mencatat adanya 2 kerajaan bercorak Buddha di Sumatera, yaitu Kerajaan Melayu dan Kerajaan Sriwijaya. Letak 2 Kerajaan ini diperkirakan berada di pulau Sumatera Selatan. Kerajaan Sriwijaya yang muncul pada abad ke-6 M, meliputi wilayah kerajaan Melayu dan Semenanjung Malaya, serta Jawa Barat.

Keterangan tentang Kerajaan Sriwijaya juga didapat dari beberapa prasasti. Prasasti-prasasti itu umumnya ditulis dengan huruf pallawa namun menggunakan bahasa Melayu kuno. Seperti halnya prasasti peninggalan Kerajaan Kutai dan Tarumanegara, prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya juga memuat nama-nama Raja yang memerintah.

Diyakini bahwa ada cukup banyak raja yang pernah memerintah di Sriwijaya. Beberapa raja yang tertulis dalam prasasti adalah Raja Dapunta Hyang, Raja Balaputradewa, dan Raja Sri Sanggarama Wijayatunggawarman.

Pada masa pemerintahan Sri Sanggarama Wijayatunggawarman, hubungan Kerajaan Sriwijaya dan Kerajaan Cola dari India yang semula sangat erat, mulai renggang. Setelah keruntuhan Sriwijaya, Kerajaan Cola mengambil alih pengaruh perdagangan dan politik. Di Sumatera, kerajaan-kerajaan kecil mulai muncul tetapi tidak ada yang sebesar Sriwijaya.

2. Kehidupan Ekonomi

Letak geografis Kerajaan Sriwijaya sangat ideal sebagai pusat perdagangan internasional. Walaupun sumber sejarah tentang Kerajaan tidak banyak ditemukan, bisa disimpulkan bahwa Kerajaan Sriwijaya adalah sebuah Kerajaan Maritim.

Sebagai Kerajaan Maritim, Kerajaan Sriwijaya mempunyai ciri-ciri khusus. Salah satunya adalah lebih bersifat metropolitan, yakni banyak didatangi orang-orang dari berbagai penjuru. Sriwijaya menghasilkan gading, emas, perak, damar dan rempah-rempah untuk diperdagangkan atau ditukar dengan porselin dan tekstil dari China dan India.

3. Kehidupan Sosial

Masyarakat dalam Kerajaan Sriwijaya juga sudah mengenal Stratifikasi Sosial. Berdasarkan data yang ada dari prasasti dapat diketahui susunan masyarakat pada masa itu. Ada raja dan keluarganya, pejabat pemerintahan dan militer, kelompok masyarakat profesi tukang kayu, saudagar, dan juru tulis. Ada pula para budak.

Selain kegiatan perdagangan, Kerajaan Sriwijaya juga menjadi pusat pendidikan agama pada abad ke-9 M. masyarakat Kerajaan Sriwijaya relatif lebih demokratis dibandingkan dengan masyarakat agraris yang cenderung feudal.

4. kehidupan Budaya dan agama

Ditemukan beberapa peninggalan bangunan kuno yang mungkin berasal dari masa Kerajaan Sriwijaya. Yang pertama, kelompok Candi Muara Takus, di dekat bangkinang, Pekanbaru. Peninggalan lain adalah reruntuhan Candi di gunung tua dekat Padang Sidempuan.

C. Zaman Kerajaan Sebelum Majapahit

1. Kerajaan Mataram Lama

· Sanjaya

· Raka I Panangkaran

· Raka I Pikatan

· Dyah Balitung

2. Kerajaan Medang kamulan

· Mpu Sindok

· Dharmawangsa Teguh

· Airlangga

3. Kerajaan kediri

· Samarawijaya

· Sri Barneswara

· Jayabaya

· Kertajaya

4. Kerajaan Singasari

· Ken Arok

· Anusapati

· Toh Jaya

· Wisnuwardhana

· Kartanegara


D. Zaman Majapahit

Kerajaan Majapahit adalah Kerajaan Hindu, namun agama Buddha tetap dihormati dan diperlakukan sama dengan agama Hindu. Kerajaan Majapahit menganut sistem pemerintahan dengan ciri-ciri :

1. Bersifat demokratis.

2. Raja didampingi oleh Mangkubumi atau Patih.

3. Raja didampingi oleh suatu dewan yang disebut sapta prabu.

4. Pemerintahan daerah bersifat desentralisasi.

5. Pemerintahan daerah sangat diperhatikan.

6. Raja sering mengunjungi raja-raja terpencil.

7. Menggalang kerjasama dan persahabatan dengan Negara-negara lain.

E. Kebangkitan Nasional

Kebangkitan nasional adalah masa bangkitnya semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme serta kesadaran untuk memperjuangkan kemerdekaan Indonesia, yang sebelumnya tidak pernah muncul selam penjajahan 350 tahun.

Tokoh-tokoh kebangkitan nasional, antara lain : Sutomo, Gunawan, Dr. Tjipto Mangunkusumo, Suwardi Suryoningrat (Ki Hajar Dewantara), Dr. Douwes Dekker, dll.

Nasionalisme sebagai sikap dan tingkah laku individu atau masyarakat yang merujuk pada loyalitas dan pengabdian terhadap bangsa dan negaranya. Nasionalisme tidak seperti bangunan statis, tetapi selalu dialektis dan interpretatif, sebab nasionalisme bukan pembawaan manusia sejak lahir, melainkan sebagai hasil peradaban manusia dalam menjawab tantangan hidupnya.

F. Zaman Penjajahan Jepang

1. Masuknya Jepang ke wilayah Indonesia.

Diawali dengan menduduki Tarakan (10 Januari 1942), kemudian Minahasa, Sulawesi, Balikpapan, Ambon. Kemudian pada bulan februari 1942 pasukan Jepang menduduki Pontianak, Makasar, Banjarmasin, Palembang, Bali. Dengan demikian seluruh wilayah Indonesia telah menjadi bagian dari kekuasaan penjajahan Jepang.

2. Masa penjajahan Jepang di Indonesia

Dalam pelaksanaan sistem pemerintahan ini, kekuasaan atas wilayah Indonesia di pegang oleh dua angkatan perang yaitu angkatan darat dan angkatan laut. Masing-masing angkatan mempunyai wilayah kekuasaan.

3. Reaksi bangsa Indonesia terhadap Pendudukan Jepang

Untuk menarik simpati bangsa Indonesia pemerintah pendudukan Jepang di Indonesia mendirikan badan-badan resmi seperti Gerakan Tiga A, kemudian Putera, dan selanjutnya PETA.

4. Pemberontakan-pemberontakan yang terjadi pada zaman Jepang

Buruknya kehidupan rakyat pada zaman Pendudukan Jepang mendorong timbulnya perlawanan-perlawanan rakyat di beberapa tempat seperti :

· Aceh, pada tahun 1942, pada awal pendudukan Jepang terjadi pemberontakan di Cot Pling, Lhok Seumawe di bawah pimpinan Tengku Abdul Jalil.

· Karang Ampel, Sindang (Kab. Indramayu) tahun 1943, di pimpin oleh Haji Madriyandan.

· Sukamanah (Kab. Tasikmalaya) tahun 1943, di pimpin oleh Haji Zaenal Mustafa.

· Blitar, pada tanggal 14 Februari 145, di bawah pimpinan Supriyadi.


G. Proklamasi dan Sidang PPKI

PPKI ini dilantik setelah dibubarkannya BPUPKI pada tanggal 9 Agustus 1945. terdiri atas 21 orang yang mewakili seluruh unsur dan golongan yang ada di Indonesia. Namun kemudian pada tanggal 18 Agustus 1945 ditambah lagi dengan 6 orang dari unsur yang dianggap belum terwakili.

Tugas PPKI adalah mempersiapkan kemerdekaan Indonesia. Direncanakn oleh pemerintahan Jepang, jika tidak terjadi perubahan, maka Indonesia akan dimerdekakan pada tanggal 24 Agustus 1945.

Pada tanggal 14 Agustus 1945, pemerintahan Jepang meneyerah tanpa syarat kepada sekutu. Akibatnya di Indonesia terjadi kekosongan kekuasaan (vacuum of power). Situasi ini dimanfaatkan Indonesia untuk memerdekakan dirinya.

Pada tanggal 15 Agustus 1945, pemuda-pemuda menculik Ir. Soekarno dan Drs. Mohammad Hatta, dan dibawa ke suatu tempat yang bernama Rengas Dengklok. Hal ini karena tuntutan untuk segera memproklamasikan kemerdekaan tidak segera dilaksanakan oleh Ir. Soekarno.

Pada tanggal 16 Agustus 1945, Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta dibebaskan oleh Mr. Achmad Subardjo dengan jaminan akan memproklamasikan kemerdekaan besoknya pada jam 11.00 (tanggal 17 Agustus 1945).

1. Penyusunan Naskah Proklamasi

Penyusunan naskah proklamasi dipercayakan kepada 5 orang, yaitu : Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, Mr. Achmad Subardjo, Sukarni, Sayuti melik.

2. Proklamasi Kemerdekaan 17 Agustus 1945

Pada hari jum’at, tanggal 17 Agustus 1945, pukul 10.00, bertempat di kediaman Ir. Soekarno, Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, dihadiri sekitar 1000 tamu undangan. Terdiri atas seluruh anggota PPKI, golongan muda, para pemimpin bangsa, dan tokoh masyarakat.

H. Masa Setelah Proklamasi Kemerdekaan

1. Kehidupan Politik

Pernyataan Proklamasi kemerdekaan Indonesia itu belum berarti wujud kehidupan lalu berubah secara dramatis. Tetapi proklamasi merupakan titik awal untuk mengantar rakyat Indonesia ke pintu gerbang menuju kemajuan dan kesejahteraan sosial.

2. Kehidupan Ekonomi

Pada awal berdirinya, Republik Indonesia mewarisi keadaan ekonomi yang sangat kacau dari pemerintahan pendudukan Jepang. Inflasi yang berat menimpa Negara kita yang berusia beberapa hari. Sumber Inflasi adalah perubahan mata uang rupiah di zaman pendudukan Jepang yang tidak terkendali. Tidak mengherankan bila Negara kita mengalami kekacauan ekonomi yang luar biasa.

3. Kehidupan Sosial Budaya

Sesudah Proklamasi kemerdekaan, terjadi perubahan kehidupan sosial budaya dalam masyarakat Indonesia. Semula masyarakat kita adalah masyarakat kolonial dengan diskriminasi ras sebagai ciri pokoknya. Keadaan ini menempatkan bangsa Belanda sebagai warga Negara kelas satu, kemudian diikuti oleh golongan timur asing (China, Arab, India) dan yang terakhir adalah golongan pribumi Indonesia.

Bab II

SEJARAH PERUMUSAN PANCASILA DASAR FILSAFAT NEGARA

A. Latar Belakang dan Sejarah Pancasila

Asal mula Pancasila adalah sebagai berikut :

  • Asal mula bahan (kausa materialis) adalah nilai adapt istiadat, kebudayaan dan nilai religius bangsa Indonesia.
  • Asal mula bentuk (kausa formalis) adalah sebagai mana termuat dalam pembukaan UUD ’45 alinea ke-4 yang diawali oleh pembentukan dan perumusan nama pancasila oleh Soekarno dan Hatta serta anggota BPUPKI lainnya.
  • Asal mula karya (kausa efisien) setelah proses pembahas BPUPKI dan panitia 9 kemudian disahkan PPKI sebagai dasar Negara.
  • Asal mula tujuan (kausa finalis) sebagai dasar Negara.

Pancasila pertama kali dikenal sejak kerajaan Majapahit abad 14 dalam buku “Negara Kertagama” karangan Empu Prapanca dan “Sutasoma” karangan Empu Tantular dengan istilah Panca syilla.

Pada tanggal 1 Juni 1945 dikenal sebagai hari lahirnya Pancasila. BPUPKI kemudian membentuk panitia 9 beranggotakan :

  • Ir. Soekarno
  • Drs. Moh. Hatta
  • Wahid Khasyim
  • M. Yamin
  • Achmad Soebardjo
  • Abd. Kadir Muzakir
  • AA. Maramis
  • Agus Salim
  • Abi Kusno Tjikrosujoso

Tanggal 7 Agustus 1945, BPUPKI dibubarkan, digantikan oleh PPKI. Tanggal 18 Agustus 1945 PPKI bersidang dang memutuskan :

1. Mengesahkan pembukaan dan Batang Tubuh UUD ’45.

2. Memilih Presiden RI (Ir. Soekarno).

3. Memilih Wakil Presiden (Drs. Moh. Hatta).

Tahap peresmian berlansung pada sidang MPRS tanggal 5 Juli 1966 yang tertuang di dalam ketetapan MPRS No. XX/MPRS/1966.

B. Fungsi Pancasila Bagi Bangsa Indonesia

  • Dasar filsafat Negara artinya dalam tiap aspek kehidupan berbangsa, bernegara, dan bermasyarakat harus didasarkan pada nila-nila pancasila.
  • Pandangan hidup artinya pancasila dapat mempersatukan masyarakat yang beragam.
  • Kepribadian bangsa artinya pancasila memberi corak yang khas kepada bangsa Indonesia yang membedakan dengan bangsa lain.
  • Perjanjian luhur bangsa Indonesia artinya perjanjian luhur bangsa Indonesia yang disetujui oleh wakil-wakil rakyat menjelang dan sesudah proklamasi kemerdekaan.

DAFTAR PUSTAKA

1 komentar:

Novia Lee 李如華 mengatakan...

thx ya artikel nya... trnyt anak lonso juga ? saya juga,, pas ketik keywordnya,, eh trnyt anak ls juga.. hehe . . thx ya :)